Akhir-akhir ini penduduk sedang dikejutkan oleh berita berkenaan kebijakan whatsapp. Pasalnya, whatsapp dikabarkan dapat share knowledge Info dari dan kepada facebook. Terkait perihal ini, WhatsApp pun angkat bicara. WhatsApp membantah membagikan kontak ke Facebook. WhatsApp meklaim bahwa pihaknya tidak bisa melihat pesan khusus atau pesan pribadi kita dan mendengar telepon kita.

Telegram Dan Signal Aplikasi Alternatif Pilihan Karena Kebijakan Whatsapp
Sumber Foto : Voi.id

Telegram Dan Signal Aplikasi Alternatif Pilihan Karena Kebijakan Whatsapp

Begitu termasuk Facebook,” tulis WhatsApp. Dalam mengeluarkan kebijakan tersebut pihak whatsapp menjelaskan bahwa knowledge dan Info tersebut berfungsi untuk menopang mengoperasikan, menyediakan, meningkatkan, memahami, menyesuaikan, mendukung, dan memasarkan jasa whatsapp dan banyak ragam penawaran lainnya. Keluarnya kebijakan ini tidak lepas dari platform whatsapp yang diakuisi facebook sejak 2014 silam, pun begitu termasuk bersama dengan instagram.

Menurut Pakar Keamanan cyber, Ruby Alamsyah menilai Kebijakan privasi yang baru ini ditunaikan oleh aplikasi pesan Whatsapp merupakan kebijakan kelanjutan dari 2016, dimana pesan yang memakai aplikasi end to end encription tetap aman.

Hanya saja ada sejumlah perubahan di aturan baru ini yaitu information umum punya pengguna yang berbentuk umum dapat di sharing ke Facebook, yang nantinya dapat dipakai sebagai sumber big information untuk diolah guna menghasilkan product dan service/layanan baru.

Dari uraian pakar keamanan siber berikut dapat dicermati bahwa kelebihannya yaitu fasilitas yang diberikan oleh pihak whatsapp bakal lebih baik lagi.

Baca Juga : 3 Aplikasi Smartphone Terpopuler Tahun 2021

Sedangkan kekurangannya yaitu tingkat keamanan facebook yang tidak sebaik whatsapp, meskipun whatsapp sudah memakai fitur enskripsi end-to-end supaya tidak ada pihak ketiga yang dapat memandang pesan spesial pengggunanya, tetapi perihal ini dapat saja terjadi.

Pengeluaran kebijakan ini membuat para pengguna whatsapp mulai berpikir untuk melacak alternatif lain tak sekedar whatsapp. Aplikasi alternatif ini diantaranya Telegram dan signal. Kelebihan aplikasi telegram adalah ukuran aplikasi yang ringan, kecepatan pengiriman yang cepat, pakai system end-to-end, file yang dikirim mampu sampai 1,5 GB, terdapatnya fitur channel dan bot, mampu membuat group sampai dengan 30 ribu orang, aplikasi yang safe serta merupakan tidak benar satu aplikasi yang gratis.

Sedangkan kekurangannya yaitu tidak terdapatnya fitur video call dan story. Selain telegram, signal juga merupakan tidak benar satu alternatif tak sekedar telegram. Signal punya kelebihan pakai fitur end to end tapi aspek keamanan Signal dirasa lebih baik dikarenakan didesain pakai Sealed Sender untuk merawat pengirim pesan.

Selain itu, Signal sudah memblokir tangkapan layar dan aplikasi, punya fitur panggilan, mengirim media, sampai melaksanakan video call layaknya whatsapp. Stelah menyaksikan kelebihan dan kekurangan berasal dari tiap tiap tiap-tiap aplikasi, sekarang kamu sudah mampu memilih apakah akan tetap pakai aplikasi whatsapp ataukah berubah ke aplikasi lain layaknya telegram maupun signal? Pilihan tersedia di tangan anda.

Bahaya Kebijakan WhatsApp Yang Baru Terhadap Keamanan Privasi Data Pribadi

Bahaya Kebijakan WhatsApp Yang Baru Terhadap Keamanan Privasi Data Pribadi
Sumber Foto : tirto.id

Aplikasi pesan instan WhatsApp menerapkan syarat didalam keputusan baru bagi penggunanya. WhatsApp membagikan informasi pribadi para penggunanya dan kepada Facebook.

Dalam ketetapan baru perihal kebijakan privasi pelanggan, WhatsApp menyebut informasi dan data selanjutnya dipakai “untuk menolong mengoperasikan, menyediakan, meningkatkan, memahami, menyesuaikan, mendukung, dan memasarkan jasa kami dan beragam penawaran lainnya.”

Kebijakan baru ini tidak berlaku di semua dunia. WhatsApp menegaskan pengguna Eropa tidak bakal mengalami pergantian apa pun walaupun menyetujui syarat-syarat baru.

“Tidak tersedia pergantian terhadap praktik berbagi data WhatsApp di wilayah Eropa (termasuk Inggris) yang timbul berasal dari Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi yang diperbarui,” ujar seorang juru bicara, layaknya dilansir Independent.co.uk.

Selain soal syarat dan ketentuan, pembaruan yang berarti adalah WhatsApp memberikan fitur baru yang sangat mungkin orang berkomunikasi dengan kontak bisnis, dan usaha berikut sanggup menjadi diadakan oleh Facebook.

Saat berkomunikasi dengan kontak usaha tersebut, pesan benar-benar barangkali disimpan dan dikelola Facebook lantas dibagikan kepada perusahaan. WhatsApp digadang gadang merupakan bagian keluarga dari Facebook.” Aplikasi ini diakuisisi Facebook dengan nilai fantastis, 19 miliar dolar AS, pada 2014 lalu.

Ancaman Besar Terhadap Privasi Penggunanya

Data is the new oil. Terminologi itu nampaknya dimengerti betul oleh perusahaan raksasa macam Facebook. WhatsApp sementara ini merupakan aplikasi pesan singkat terbesar di dunia.

Berdasarkan aplikasi Playstore, sementara ini WhatsApp udah diunduh oleh 5 miliar kali. Dengan kuantitas pelanggan sebanyak itu, praktis WhatsApp dan Facebook akan menambang gunungan knowledge pengguna dengan ketentuan baru.

Di segi lain, ketentuan baru ini mengancam privasi pengguna, kata Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto. “Pengguna hadapi risiko data-data berikut akan dipergunakan oleh pihak ketiga,” ujar Damar sementara dihubungi reporter Tirto, Senin (11/1/2021).

Damar khawatir data-data pengguna juga bakal dibagikan kepada pihak ketiga yang bekerja serupa dengan Facebook. Pengguna tidak punya ilmu siapa saja pihak yang bekerja serupa dengan perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Damar memandang Facebook menyamakan keputusan baru WhatsApp ini dengan aplikasi Facebook Messenger. Seperti halnya Facebook Messenger kami tidak punya hak untuk melakukan pengecekan kepada siapa Facebook membagikan informasi kita. Kontrol seperti itu juga yang tidak bakal dimiliki pengguna WhatsApp di keputusan baru ini.”

WhatsApp paham tersedia isu mengenai privasi sehabis syarat dan ketetapan baru diterapkan. Oleh dikarenakan itu mereka meyakinkan informasi yang mereka memberikan kepada Facebook bukanlah isikan percakapan—lantaran telah terenkripsi—melainkan knowledge khusus seperti no telephone pengguna, daftar kontak, nama, gambar profil, dan juga knowledge diagnostik.

Kendati WhatsApp menjamin informasi yang dibagikan ‘hanya’ itu, menurut Damar selalu saja keamanan tak terjamin. Menurutnya tersedia pola yang bisa terbaca dan diolah hanya dari daftar dengan siapa pengguna berkomunikasi. Yang menjadi Bahayanya, data-data tersebut bisa disalahgunakan untuk menjadi bomerang ke kita padahal WhatsApp menjamin percakapan kami terenkripsi.

Pemerintah Indonesia Tidak Bisa Berbuat Banyak

Merespons ketetapan baru tersebut, pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika memanggil perwakilan WhatsApp/Facebook Asia Pacific Region.

Dalam pertemuan itu pemerintah berharap WhatsApp memberi tambahan penjelasan kepada masyarakat secara lengkap dan transparan, terhitung penjelasan berkenaan style information pribadi yang bakal dipakai. Pemerintah terhitung berharap WhatsApp menjamin akuntabilitas pihak yang memanfaatkan data-data pribadi pengguna.

Pada saat itu juga Kemkominfo memberikan himbauan kepada penduduk agar semakin waspada didalam memakai aplikasi digital dan menentukan yang dapat menegaskan data spesial aman.

Kominfo juga meminta kepada penduduk semakin hati-hati dan bijak didalam menentukan pilihan sarana sosial, yang dapat mengimbuhkan perlindungan data spesial secara optimal,” ujar Menkominfo Jhonny G. Plate didalam info tertulis.

Damar menyatakan memang pemerintah tak dapat berbuat banyak untuk memelihara pengguna selagi hadapi oligopoli Facebook dan WhatsApp. Pemerintah tidak lumayan punya kekuatan tawar dikarenakan tak punya landasan hukum, pun kecuali RUU Perlindungan Data Pribadi telah disahkan. Situasinya berbeda bersama Eropa yang dapat sebabkan WhatsApp tidak memberlakukan kebijakan ini.

Permintaan pemerintah bisa saja diabaikan. Karena, ya, itu merupakan kebijakan Facebook Group di dalam fasilitas dia. Kan tersedia preempt-nya. Pun kecuali tidak mendambakan ada apa-apa, nanti dapat dihapus account WhatsApp-nya,” lanjut Damar.

Untuk itu, SAFEnet menyarankan pengguna agar melacak alternatif fasilitas pesan singkat yang lebih menghormati privasi. “Dan untuk menjauhi obrolan pribadi dengan kontak WhatsApp bisnis,” tandasnya.

Inilah Tujuan Whatsaap Bagi Data Dengan Facebook

Pakar Keamanan cyber, menilai Kebijakan privasi yang telah dijalankan oleh aplikasi pesan Whatsapp merupakan kebijakan sambungan dari 2016, di mana pesan yang pakai aplikasi yang pakai end to end encription senantiasa aman.

Hanya saja ada sejumlah pergantian di ketetapan baru ini yakni data lazim milik pengguna yang bersifat lazim bisa di share ke Facebook, yang nantinya bisa dipakai sebagai sumber big data untuk diolah fungsi menghasilkan produk dan service/layanan baru.

Selengkapnya review dialog Monica Chua bersama dengan Pakar Keamanan Siber, Ruby Alamsyah didalam Profit.